
Mojokerto – Dugaan kurangnya pengawasan terhadap program makanan bergizi gratis mencuat di wilayah Kabupaten Mojokerto. Temuan tersebut terjadi di sejumlah sekolah yang berada di Desa Gedeg dan Desa Trowulan.selasa 3/3/2026
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, sejumlah siswa dilaporkan menerima makanan yang diduga tidak layak konsumsi. Di antaranya terdapat telur yang berbau tidak sedap atau diduga basi, serta pisang yang masih mentah dan belum siap dikonsumsi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan pihak sekolah terkait kualitas serta pengawasan distribusi makanan tersebut.

Menindaklanjuti temuan itu, tim media mendatangi pihak SPPG (Satuan Penyelenggara Program Gizi) di wilayah setempat untuk meminta klarifikasi. Perwakilan SPPG menyatakan akan segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem distribusi. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami akan memperbaiki dan mengontrol kembali kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah,” ujar salah satu perwakilan SPPG.
Sementara itu, saat tim media berupaya mengonfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, kepala dinas diketahui sedang berada di luar kantor. Upaya konfirmasi melalui nomor layanan resmi dinas kesehatan juga belum membuahkan hasil, karena tidak ada jawaban maupun balasan hingga berita ini diturunkan.
Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat program makanan bergizi gratis bertujuan untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang siswa. Diharapkan instansi terkait segera melakukan pengawasan ketat agar kualitas makanan yang diberikan benar-benar layak dan aman dikonsumsi.(hari/Johanes)
