
Rekam publik- Mojokerto. Di Indonesia sendiri, usaha tani masih memiliki banyak kendala, seperti keterbatasan pengguna sarana produksi, alat dan mesin pertanian dan minimnya regenerasi petani di daerah-daerah. Hal tersebut disebabkan juga karena kurang memadainya jalan usaha tani yang dimiliki masyarakat daerah.
Komoditas pertanian menjadi komoditas yang potensial untuk dikembangkan melalui produktivitas pertanian yang baik, masyarakat dapat meningkatkan produksi pertanian yang lebih baik lagi.
Dalam mengatasi hal tersebut, pemerintah Desa Kemasantani bersama TPK (Tim Pelaksana Kerja) melakukan pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) di area persawahan yang menjadi pusat ekonomi warga Kemasantani.

JUT merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikutura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian (alsintan), pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan pengolahan warga.
Kepala Desa Kemasantani Siti Ma’rifah mengatakan,” Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai salah satu program strategis yang dilakukan oleh pemerintah Desa Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), JUT dilakukan untuk memudahkan akses petani dalam memperluas jalur distribusi pertanian.
Jalan Usaha Tani (JUT) penting dilakukan dalam beberapa aspek. Pertama aspek sosial, JUT dapat membuka katerisoliran masyarakat terhadap daerah sekitar, Kedua, aspek ekonomi yaitu adanya JUT untuk mengatasi biaya transportasi yang tinggi akibat minimnya akses angkutan dari lahan pertanian ke sarana produksi, Ketiga, aspek lingkungan, yakni sebagai peningkatan kualitas jalan dan mencegah terjadinya longsor.
Hal tersebut telah menjadi fokus dari beberapa proyek pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun ini. Jalan Usaha Tani (JUT) ditujukan untuk mempermudah akses pertanian dan memperluas jalur distribusi pertanian, serta meningkatkan gaji dan pendapatan para petani di setiap daerah, pungkasnya. (Jw)
