
idoarjo — Tiga keluarga besar dari Bani Kinama menggelar acara kebersamaan dalam rangka Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 pada Rabu, 1 Januari 2026, bertempat di Lesehan Kampung Kecil Taman Pinang, Desa Sidoarjo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. 1 Januari
Acara yang berlangsung dalam suasana lesehan bernuansa tradisional ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan keluarga setelah menjalani aktivitas masing-masing sepanjang tahun.
Kegiatan dimulai sejak sore hari dengan suasana santai dan penuh kehangatan. Para anggota keluarga menikmati momen berbincang ringan, bertukar cerita, serta mempererat ikatan kekeluargaan.
Namun, dalam pertemuan tersebut, satu keluarga dari Bani Kinama diketahui berhalangan hadir, sehingga kebersamaan terasa belum sepenuhnya lengkap.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Lesehan Kampung Kecil tampak ramai pengunjung. Konsep bangunan bambu dan atap jerami memberikan kesan alami serta nyaman.
Aneka menu masakan tradisional yang disajikan dinilai sangat nikmat dan lezat, dengan cita rasa yang khas dan porsi yang cukup memuaskan.
Para pengunjung sepakat bahwa kualitas rasa makanan menjadi daya tarik utama tempat tersebut.
Namun demikian, pelayanan menjadi sorotan serius.
Pemesanan makanan yang dilakukan sejak pukul 16.30 WIB baru terealisasi secara lengkap sekitar pukul 19.30 WIB. Lamanya waktu tunggu membuat sebagian pengunjung merasa kurang nyaman, terlebih di tengah ramainya suasana perayaan Natal dan Tahun Baru.k

Salah satu pengunjung, sebut saja Yuni, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan. Ia menuturkan bahwa sejak awal datang, pengunjung sempat ditawari makanan “arbanat” gratis dengan syarat harus melakukan follow akun media sosial. Tawaran tersebut sempat menarik perhatian pengunjung lain yang berada di area depan lesehan. 31 Januari
Namun, setelah memenuhi syarat yang diminta, makanan gratis yang dijanjikan tersebut tidak kunjung diberikan. Menurut keterangan Yuni, salah satu karyawan kemudian menyampaikan alasan bahwa mesin sedang rusak, sehingga makanan arbanat tidak dapat dibuat.
“Awalnya ditawari arbanat gratis asal follow, tapi setelah itu katanya mesin rusak dan tidak bisa dibuat. Jadi seolah hanya alasan saja,” ungkap Yuni dengan nada kecewa.
“Kondisi tersebut menambah kekecewaan pengunjung, karena dinilai kurang profesional dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Meski demikian, acara keluarga tetap berlangsung dengan sikap humanis dan penuh toleransi.
Para anggota keluarga memilih tetap menjaga suasana kebersamaan dan tidak memperpanjang persoalan, mengingat tujuan utama pertemuan adalah silaturahmi dan perayaan hari besar keagamaan.
Diketahui pula, tingginya jumlah pengunjung membuat ketersediaan tempat dan bahan bakar (fuel) operasional dapur terbatas, sehingga pihak pengelola memberlakukan sistem pemesanan terlebih dahulu. Kondisi ini diduga turut memengaruhi keterlambatan penyajian makanan.
Para pengunjung berharap ke depan pihak pengelola Lesehan Kampung Kecil Sidoarjo dapat melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya dalam hal manajemen pelayanan, transparansi promosi, serta kesiapan operasional, agar tidak kembali mengecewakan pelanggan.
“Harapan kami sederhana, ke depan jangan sampai pelanggan kecewa. Masakannya sudah enak, sayang kalau pelayanannya tidak dibenahi,” tutup Yuni.
“Acara Natal dan Tahun Baru 2026 keluarga Bani Kinama pun ditutup dengan doa bersama dan harapan agar di tahun yang baru, kebersamaan keluarga tetap terjaga, serta pelayanan publik—termasuk di sektor usaha kuliner—dapat semakin profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Jurnalis Johanes
