
Rekampublik
Mojokerto – Turnamen Mini Soccer PWMR 2026 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan antar insan pers di Mojokerto. Kegiatan olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian HPN sekaligus ajang mempererat solidaritas komunitas jurnalis lintas organisasi.
Namun bagi PWMR FC, turnamen ini justru menjadi catatan evaluasi setelah harus menerima kenyataan gagal meraih hasil maksimal meski berstatus tuan rumah.
Dalam kompetisi tersebut, PKD FC tampil konsisten dan keluar sebagai juara pertama, diikuti PWI FC di posisi kedua, serta Barra FC yang menempati peringkat ketiga.

Sementara itu, PWMR FC harus puas mengakhiri turnamen di urutan keempat, hasil yang dinilai belum mencerminkan ekspektasi sebagai penyelenggara sekaligus peserta.
Sejak laga awal, performa PWMR FC terlihat belum stabil. Kurangnya persiapan teknis dan minimnya agenda latihan sebelum turnamen menjadi faktor krusial yang memengaruhi kualitas permainan. Hal tersebut membuat transisi antar lini tidak berjalan optimal, terutama saat menghadapi tim-tim yang tampil lebih siap secara fisik maupun taktikal.
Kondisi PWMR FC semakin berat dengan absennya dua pemain kunci di lini depan, yakni Harun yang selama ini menjadi tumpuan serangan, serta Suanang yang tidak dapat tampil akibat sakit. Kehilangan dua ujung tombak tersebut membuat daya gedor tim tuan rumah menurun drastis dan menyulitkan pelatih dalam merancang pola permainan yang efektif.

Sepanjang pertandingan, PWMR FC lebih banyak mengandalkan peran MM sebagai pengatur serangan dari lini tengah. Meski mampu mengalirkan bola dan membuka ruang, tidak adanya penyerang murni di depan membuat peluang yang tercipta kerap berakhir tanpa hasil. Serangan PWMR FC pun mudah dipatahkan lawan yang bermain lebih disiplin.
Tekanan terbesar dialami PWMR FC saat berhadapan dengan PWI FC. Dalam laga tersebut, tim tuan rumah harus mengakui keunggulan lawan dengan skor mencolok 7–2. Dua gol PWMR FC yang dicetak Jayak belum cukup untuk mengimbangi agresivitas dan ketajaman lini serang PWI FC yang tampil solid sepanjang pertandingan.
Meski sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya, lemahnya penyelesaian akhir menjadi kendala utama.

Beberapa kesempatan emas, termasuk peluang dari jarak dekat di menit-menit akhir pertandingan, gagal dikonversi menjadi gol setelah berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang PWI FC yang tampil impresif.
Di sektor pertahanan, Agung selaku kiper PWMR FC menunjukkan performa cukup baik dengan sejumlah penyelamatan penting.
Namun derasnya serangan bertubi-tubi dari lawan membuat gawang PWMR FC tetap kebobolan berkali-kali. Minimnya kontribusi lini depan untuk menekan balik membuat beban pertahanan semakin berat hingga peluit akhir dibunyikan.
Berbeda dengan PWMR FC, PKD FC tampil paling konsisten dan disiplin sejak fase awal hingga partai penentuan. Permainan kolektif dan manajemen tempo yang baik mengantarkan mereka keluar sebagai juara Turnamen Mini Soccer PWMR 2026.
Sementara PWI FC memastikan posisi kedua berkat koordinasi tim yang rapi dan efektivitas serangan.
Panitia pelaksana mengapresiasi seluruh peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.
“Turnamen Mini Soccer PWMR 2026 dalam rangka HPN 2026 berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Juara 1 PKD FC, Juara 2 PWI FC, Juara 3 Barra FC, dan Juara 4 PWMR FC,” ujar panitia.
Meski harus kalah di kandang sendiri, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PWMR FC ke depan. Peningkatan intensitas latihan, penguatan kedalaman skuad, serta kesiapan strategi menjadi catatan utama agar tim mampu tampil lebih kompetitif dan tidak sekadar menjadi pelengkap dalam ajang olahraga komunitas pers selanjutnya.
Jurnalis Johanes
