
MOJOKERTO – Seorang warga Kelurahan Meri, Kota Mojokerto, mengaku kecewa setelah laporannya terkait dugaan pengancaman yang diterima istrinya melalui pesan WhatsApp tidak diterima oleh pihak kepolisian. Laporan tersebut awalnya hendak disampaikan di Polsek Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (11/3/2026), namun ditolak dengan alasan kurangnya bukti fisik yang kuat.

Pelapor bernama Dedy (Suami korban)mengatakan, ancaman tersebut diterima istrinya dari seseorang yang tidak dikenal melalui pesan WhatsApp. Isi pesan itu, menurutnya, membuat kondisi psikologis keluarganya terganggu dan menimbulkan rasa takut.
“Istri saya diancam lewat chat WhatsApp oleh seseorang yang tidak saya kenal. Hal itu membuat psikis istri dan saya terganggu. Akhirnya saya mendapat saran dari teman untuk melaporkan kejadian tersebut,” ujar Dedy, Jumat (13/3/2026).

Namun saat mendatangi Polsek Trawas untuk membuat laporan, Dedy mengaku petugas menolak laporan tersebut karena dinilai tidak memiliki bukti fisik yang cukup kuat.
“Laporan saya ditolak karena katanya tidak ada bukti fisik yang kuat. Kalau nanti terjadi sesuatu dengan keluarga saya bagaimana?” tambahnya.
Keesokan harinya, Dedy kembali mencoba melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Magersari, Kota Mojokerto, sesuai dengan alamat pada KTP miliknya. Namun laporan tersebut kembali tidak diterima. Ia mengaku diminta melapor di wilayah tempat kejadian perkara serta menyarankan agar pihak yang menerima ancaman, yakni istrinya sendiri, yang membuat laporan secara langsung.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan LSM LPHM Mojokerto, Johanes Dwi prasetyo, mempertanyakan sikap aparat kepolisian yang menolak laporan warga tersebut.
“Kenapa laporan warga Meri ini ditolak oleh Polsek Trawas dan Polsek Magersari? Padahal dalam chat WhatsApp sudah ada ancaman yang membuat korban merasa takut. Apa harus menunggu bukti fisik dulu baru laporan bisa diterima?” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Trawas dan Polsek Magersari belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan laporan tersebut. Kasus ini pun menjadi sorotan karena menyangkut rasa aman masyarakat.(Harry/Yustinia)
