
Rekampublik.my.id
JOMBANG — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang melaksanakan kegiatan Survey Aset Biologis bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebagai bagian dari upaya penataan dan penguatan tata kelola aset kehutanan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai unsur internal Perhutani serta tim penilai independen dari Jakarta.
Survey ini dihadiri langsung oleh Administratur Perhutani KPH Jombang beserta jajaran manajemen, tim Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) Jombang, serta Tim Penilaian Aset KJPP.
Kehadiran lintas unit tersebut menunjukkan keseriusan Perhutani dalam memastikan penilaian aset biologis dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan sesuai standar profesional.
Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handayani Y.S., menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim KJPP yang telah bersedia melakukan penilaian di wilayah KPH Jombang.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan survey dibagi menjadi empat tim untuk menjangkau seluruh lokasi yang telah ditentukan. Menurutnya, karakteristik wilayah yang didominasi area datar dan berbukit ringan diharapkan dapat mendukung kelancaran proses penilaian.

“Sebagian besar lokasi relatif mudah diakses, sehingga kami berharap proses evaluasi dapat berjalan optimal.
Tentu kami juga berharap kondisi cuaca mendukung agar seluruh tahapan survey aset biologis dapat dilaksanakan sesuai rencana,” ujar Enny dalam keterangannya.
Sementara itu, perwakilan Tim KJPP, Agi Nanda Putra, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang dibangun Perhutani KPH Jombang.
“Ia menegaskan bahwa penilaian dilakukan tidak hanya di kawasan hutan, tetapi juga mencakup aset di luar kawasan, seperti produktivitas tebangan kayu, program Agroforestri Tebu Mandiri (ATM), hingga aset bangunan berupa rumah dinas.
Kegiatan survey aset biologis ini diharapkan dapat menjadi dasar akurat dalam penyusunan laporan nilai aset kehutanan Perhutani, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya hutan di wilayah KPH Jombang.
Narasumber: Kom-PHT/Jbg/Ars)
Jurnalis Johanes
