
Rekam publik| Mojokerto – Ketekunan dan konsistensi menjadi kunci keberhasilan usaha onde-onde khas Mojokerto milik Ibu Fadillah yang telah berjalan hampir 10 tahun. Dalam sehari, produksi bisa mencapai 20 kilogram saat permintaan meningkat, membuktikan bahwa jajanan tradisional tetap memiliki daya saing di tengah perkembangan kuliner modern.
Cita rasa autentik menjadi kekuatan utama produk ini. Onde-onde yang dihasilkan memiliki lapisan luar yang garing dengan balutan wijen merata, sementara bagian dalamnya lembut dan manis pas di lidah. Tak heran jika pelanggan datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pemesan untuk acara resmi.
Usaha yang beralamat di Jalan Tropodo, Lingkungan Kedungturi RT 02/RW 04, Desa Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini juga didukung tenaga kerja berpengalaman, yakni Ndari dan Ari. Keduanya membantu memastikan proses produksi berjalan higienis, tertata, dan tepat waktu sesuai pesanan.
Dalam wawancara bersama awak media, Ibu Fadillah mengungkapkan bahwa peningkatan omzet yang signifikan mendorong rencana pembukaan cabang baru dalam waktu dekat.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan serta menarik minat para pencinta kuliner yang penasaran dengan kualitas produknya.
“Ia juga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto dapat segera menanggapi dan memberikan dukungan nyata bagi UMKM lokal seperti usahanya, khususnya dalam aspek pemasaran, pelatihan pengemasan produk, serta perluasan akses promosi agar mampu bersaing lebih luas.
Untuk pemesanan partai besar, pelanggan diwajibkan melakukan konfirmasi pada malam hari dengan memberikan DP agar produksi dapat disiapkan sesuai kebutuhan.
Selain melayani pembelian langsung di lokasi, pemesanan juga tersedia secara online melalui WhatsApp di nomor 085790441918 atau 08563459781, serta promosi aktif melalui media sosial TikTok.
Jurnalis Yustinia.
