
Mojokerto proyek Bangunan Gedung Kantor – Pembangunan rehab kantor kelurahan kauman Kota Mojokerto, diduga terdapat sejumlah penyimpangan dalam pekerjaan. Pasalnya, proyek gedung dengan anggaran APBD Kota Mojokerto 2025 senilai Rp.467.963.872,97 – terdapat beberapa pekerjaan yang dikerjakan CV. DUA PUTRI PERTAHANA, yang diduga tak pekerjaannya tak sesuai Juknis, proyek pekerjaan rehab kantor kelurahan kauman kec.prajurit kulon dengan anggaran APBD 2025 kota Mojokerto, dalam pelaksanaan 100 hari kalender, pekerjaan di mulai 19 setember 2025 hingga selesai 27 desember 2025.
dari hasil temuan di lapangan terlihat pengecoran yang tak sesuai spesifikasi teknis kondisi cor pada kolom Diding banyak yang berongga, tidak hanya itu, setiap sudut dinding maupun pekerjaan pengecoran banyak yang berongga diduga adukan semen dan pasir diolah secara manual tanpa menggunakan Mixer (Molen), diduga pekerjaan proyek tak sesuai Juknis, melihat kondisi itu fakta di lapangan LSM Anti Korupsi sebut saja Bejo mengatakan “banyak kejanggalan dalam pekerjaan, kecurangan yang diduga dilakukan oleh kontraktor pelaksana akibat buntut lemahnya pada pengawasan, kuwalitas pekerjaan sangat diragukan dan patut dipertanyakan kinerjanya. 28. November 2025

Bejo mengumpulkan data terkait proyek gedung kantor kelurahan untuk dijadikan pelaporan pengaduan Masyarakat.
dalam pekerjaan, yang dianggap tidak memenuhi standar spesifikasi.
hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi persyaratan yang sudah di atur dalam kontrak pelaksanaan, diduga pihak konsultan pengawas melakukan pembiaran.

Kecurangan yang diduga dilakukan oleh kontraktor pelaksana akibat buntut lemahnya pada pengawasan, Adukan semen secara manual, mutu adukan diragukan padahal dalam fakta integritas ada sebuah perjanjian kepada semua pihak yang berkompeten antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan kontraktor pelaksana dalam melaksanakan proyek tersebut, namun justru malah konsultan pengawas yang merupakan kepanjangan tangan dari dinas patut dipertanyakan kinerjanya.

Adapun dugaan pekerjaan yang dimaksud kami uraikan dalam kronologi sebagai berikut:
- Bahwa dalam pekerjaan fisik, penelusuran tim LSM dan Media. mendapati Pelaksana Pekerjaan
diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, diantaranya:
Diduga Kontraktor pelaksana mengerjakan proses cor beton tidak sesuai spesifikasi teknis beton, Sehingga terlihat rongga dan pori pori pada dinding beton, pekerjaan pada kontruksi tidak sesuai juknis terkesan asal jadi.
Dinding beton yang keropos setelah dicor dapat disebabkan oleh
perbandingan material yang tidak pas (terlalu banyak air), kurangnya
pemadatan (udara terperangkap), bekisting yang kotor, peralatan kurang bersih, penempatan tulangan yang salah, dan kekurangan bahan pengikat.
Semua faktor ini mengurangi daya rekat antar komponen beton, menciptakan ruang kosong di dalamnya, dan menyebabkan beton menjadi tidak padat dan mudah rapuh.

Penyebab Umum:
•Perbandingan Material Tidak Tepat: Terlalu banyak air dalam campuran beton (rasio air-semen tinggi) membuat beton menjadi keropos dan rapuh.
•Kurangnya Pemadatan menyebabkan Proses pemadatan yang tidak sempuna menyebabkan udara terperangkap dalam beton, sehingga membentuk rongga dan mengakibatkan beton keropos.
•Bekisting yang Kotor atau Tidak Bersih menyebabkan Sisa-sisa beton lama pada bekisting yang digunakan kembali dapat menghalangi ikatan antar
beton, menciptakan area kosong yang rapuh.
•Peralatan Tidak Bersih , Kotoran atau sisa material lain pada peralatan pengecoran dapat mencemari campuran beton, mengurangi kualitasnya, dan Penempatan Tulangan yang Salah: Jika tulangan beton dipasang terlalu rapat, adukan beton akan sulit masuk dan memadat, menyebabkan area
kosong di sekitarnya.
•Kekurangan Bahan Pengikat, Ketidak cukupan bahan perekat seperti semen dapat menyebabkan campuran beton tidak memiliki daya ikat yang kuat,sehingga hasilnya rapuh.
- Workability (Daya Alir) Kurang Baik- Beton yang terlalu kental atau sulit mengalir akan menyebabkan ada bagian yang tidak terisi dengan sempurna, sehingga terbentuk area kosong dan keropos.
- bisa berdampak pada Pengeroposan Kekuatan Berkurang, Pengeroposan mengurangi kekuatan struktur beton secara keseluruhan.
•Kerentanan terhadap Kerusakan, Beton yang keropos lebih mudah
mengalami keretakan dan kerusakan jika terkena beban atau kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan Mutu dan Kwalitas bangunan patut diragukan, karena cacat dalam segi fisik.
Lemahnya pengawasan pihak dinas hingga ada kelalaian dalam pekerjaan, dan sampai berita ini ditayangkan pihak dinas dan Kontraktor belum bisa kami konfirmasi. (Jo).
