
MOJOKERTO — 21 September 2026. Tidak selalu dibutuhkan ruang resmi dan meja rapat untuk membangun komunikasi. Dari secangkir kopi di sebuah warung sederhana, keakraban justru dapat menjadi pintu terbukanya silaturahmi dan komunikasi yang lebih cair.
Suasana itulah yang terlihat di Warung Makan Semanggi, tepat di depan Polres Mojokerto Kota. Sekretaris Daerah LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) DPD Kabupaten Mojokerto bersilaturahmi dan ngopi bersama Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota yang baru menjabat, didampingi Kasat Intel beserta jajaran.
Pertemuan tersebut berlangsung santai, namun sarat makna. Tidak sekadar menjadi ajang perkenalan, momentum itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diemban Kasat Reskrim sekaligus membangun komunikasi yang baik antara LIRA dan jajaran kepolisian.
Di tengah obrolan santai, Sekda LIRA menyampaikan harapan agar Kasat Reskrim bersama seluruh jajaran dapat menjalankan tugas dengan amanah, bijaksana, dan senantiasa mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Doa dan ucapan selamat tersebut menjadi bagian dari suasana kekeluargaan yang mewarnai pertemuan. Kehadiran Kasat Intel beserta jajaran juga memperlihatkan ruang komunikasi yang terbuka dalam suasana informal.

Bagi LIRA, silaturahmi menjadi salah satu ruang untuk menjaga komunikasi dengan berbagai unsur di daerah. Sementara bagi jajaran kepolisian, komunikasi dengan elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat.
Sekda LIRA menegaskan bahwa kebersamaan tidak harus selalu dibangun melalui forum formal.
“Tempat sederhana ini melahirkan kebersamaan yang tulus. Semoga sinergi ini terus terjaga. Semoga Bapak Kasat Reskrim beserta seluruh jajaran senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah. Mari kita bahu-membahu menjaga Mojokerto tetap aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Pesan tersebut menggambarkan pentingnya komunikasi lintas elemen dalam menjaga suasana daerah tetap kondusif. Silaturahmi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara organisasi masyarakat dan aparat penegak hukum.
Pertemuan sederhana tersebut akhirnya menjadi gambaran bahwa membangun komunikasi tidak selalu harus melalui forum resmi. Terkadang, percakapan yang berlangsung santai justru membuka ruang silaturahmi yang lebih dekat.
Bagi LIRA, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari komunikasi berkelanjutan dengan berbagai unsur di Kabupaten Mojokerto, termasuk jajaran kepolisian.
Silaturahmi pun berakhir dalam suasana penuh keakraban. Secangkir kopi mungkin sederhana, tetapi dari ruang sederhana itu komunikasi dapat terus dirawat—demi hubungan yang baik dan kehidupan masyarakat Mojokerto yang aman, damai, serta kondusif. (Yohanes).
REKAM PUBLIK
NO VIRAL NO JUSTICE
