
RekamPublik MOJOKERTO – Keberadaan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan aktivis lingkungan. TPS di wilayah Prajurit Kulon, Wates, dan Mentikan dinilai memerlukan perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Srikandi Paguyuban srkandi Peduli Lingkungan Majapahit ( PSPLM yang biasa disapa Yukti yang mengaku prihatin dengan kondisi di lapangan. Ia menyoroti TPS di Prajurit Kulon yang lokasinya sangat dekat dengan sekolah, sehingga dikhawatirkan mengganggu aktivitas belajar serta kesehatan siswa akibat bau dan potensi pencemaran.
“Selain itu, TPS di Mentikan juga berada dekat dengan kelurahan dan puskesmas. Ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan dampak penyakit serta kenyamanan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Tak hanya itu, kondisi TPS di Wates juga menjadi perhatian karena alat pengelolaan sampah yang tersedia disebut tidak dimanfaatkan. Menurutnya, hal tersebut sangat disayangkan mengingat fasilitas tersebut seharusnya dapat membantu mengurangi volume sampah dan dampak lingkungan.
DPD Gajah Muda Nusantara (GMN) Mojokerto Bro riki turut menyuarakan hal serupa. Ia menilai pengelolaan TPS di Kota Mojokerto perlu segera dibenahi agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
“Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto segera mengambil langkah nyata. Permasalahan ini tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Para aktivis mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta optimalisasi fasilitas yang sudah ada, agar pengelolaan sampah di Kota Mojokerto menjadi lebih efektif dan ramah lingkungan.(Harjo/Harry)
