
Rekam Publik, PACITAN – Gelombang massa dan euforia perayaan tradisi kelulusan anggota baru organisasi pencak silat di Kabupaten Pacitan mendapat pengawalan super ketat dari aparat penegak hukum. Langkah preventif skala besar diambil guna mengantisipasi potensi gesekan dan gangguan ketertiban umum di jalan raya. Sebanyak 931 personel gabungan dari berbagai unsur sektoral resmi disiagakan penuh untuk mengamankan seluruh rangkaian prosesi pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu dini hari.
Operasi pengamanan besar-besaran ini difokuskan untuk menjamin seluruh tahapan kegiatan sakral tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif. Sebelum menempati pos masing-masing, seluruh pasukan terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan di markas komando guna menyamakan persepsi dan memetakan potensi kerawanan di lapangan. Ratusan personel tersebut kemudian disebar secara masif di sejumlah titik strategis, dengan pengawasan paling ketat dipusatkan di sekitar kawasan Gedung Olahraga Pacitan yang menjadi lokasi utama pengesahan.
Aparat kepolisian menerapkan strategi pengamanan berlapis dengan mengombinasikan sistem patroli terbuka dan pemantauan tertutup. Selain menjaga area inti kegiatan, petugas juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan protokol yang menjadi akses utama menuju pusat kota. Blokade jalur ini sengaja dilakukan sebagai langkah taktis membatasi pergerakan gerombolan massa penggembira agar tidak masuk dan menumpuk di sekitar area Gedung Olahraga, yang berpotensi memicu kemacetan parah maupun gesekan fisik.
Selama proses penyekatan berlangsung di sepanjang Jalur Lintas Selatan, petugas gabungan memperketat pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang melintas. Hasilnya, petugas menjaring banyak pelanggaran lalu lintas yang didominasi oleh para pengendara roda dua. Beberapa pelanggaran kasat mata yang ditemukan di lapangan antara lain tindakan mengabaikan keselamatan seperti tidak menggunakan helm, membawa bendera ukuran besar, hingga penggunaan atribut organisasi di ruang publik.
Ketegasan aparat juga terlihat saat Satuan Lalu Lintas Polres Pacitan melakukan penindakan langsung terhadap puluhan sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak standar alias brong karena memicu suara bising yang mengganggu kenyamanan warga. Sedikitnya belasan unit kendaraan roda dua terpaksa ditilang dan diamankan ke markas polisi karena tidak sesuai dengan spesifikasi teknik berkendara. Tidak hanya itu, dalam razia di jok kendaraan, petugas juga berhasil menemukan dan menyita sejumlah minuman keras yang dibawa oleh rombongan pemuda.
Pihak kepolisian terus mengeluarkan imbauan kepada seluruh elemen organisasi maupun masyarakat luas untuk saling menjaga komitmen dalam memelihara situasi keamanan dan kedamaian di wilayah hukum Pacitan. Hingga menjelang subuh, ratusan personel gabungan dilaporkan masih bertahan di pos pengamanan masing-masing demi mengawal kepulangan massa dan memastikan roda perekonomian serta lalu lintas kembali normal.
Pewarta: Harjo
