
SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Pemerintah Desa Sumokembangsri bersama masyarakat menggelar Pengajian Akbar yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius dan di meriahkan Grup Sholawat Sabilul Huda di Lapangan Desa Sumokembangsri, Dusun Kemambang.(8/9/2026.)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) sebagai penceramah utama. Kehadiran ulama dan dai kharismatik tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan jamaah yang hadir untuk bersama-sama mengenang perjuangan serta keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.
Acara turut dihadiri Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo H. M. Abud Asyrofi, S.Pd.I., Camat Balongbendo atau yang mewakili, Kapolsek beserta jajaran, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh perangkat Desa Sumokembangsri, tokoh masyarakat, takmir masjid dan musala, dan anggota Banser, serta jamaah pengajian umum dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumokembangsri, Amin Mabrur, yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta masyarakat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Amin Mabrur menyampaikan apresiasi secara khusus kepada warga Dusun Kemambang yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan acara, baik melalui tenaga, materi maupun pemikiran.
“Terima kasih kepada seluruh warga Dusun Kemambang atas partisipasinya, atas pengorbanan baik materi, tenaga maupun pikiran sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga seluruh jamaah yang hadir pada malam ini mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Gus Muwafiq Sampaikan Keteladanan dan Perjuangan Rasulullah
Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Muwafiq atau yang lebih akrab disapa Gus Muwafiq, mengajak jamaah untuk kembali memahami perjalanan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.
Peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran, serta semangat persatuan yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.
Gus Muwafiq dikenal luas sebagai ulama dan pendakwah yang memiliki perhatian mendalam terhadap sejarah Islam, peradaban, serta kebudayaan. Dalam berbagai kesempatan dakwahnya, ia kerap menghubungkan sejarah Islam dengan perjalanan peradaban Nusantara serta kehidupan masyarakat Indonesia.
Dengan gaya penyampaian yang khas dan komunikatif, Gus Muwafiq mengajak masyarakat untuk memahami bahwa perjalanan Islam di Nusantara memiliki sejarah panjang yang erat dengan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat.

Maulid Nabi Jadi Momentum Memperkuat Persatuan
Selain aspek keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kerukunan dan gotong royong di tengah masyarakat Desa Sumokembangsri.
Pesan tentang kedamaian, persatuan dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam semangat peringatan Maulid Nabi. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan pengajian akbar tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan keagamaan, tetapi juga semakin termotivasi untuk menerapkan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sumokembangsri pun menjadi sebuah momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Meneladani Rasulullah, mempererat ukhuwah, menjaga kerukunan dan bersama membangun masyarakat yang damai serta penuh keberkahan.” (Arif/Jo).
