
Mojokerto — Sekitar ratusan buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) menggelar aksi demonstrasi di kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Selasa (7/4/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan para buruh yang secara mendadak tidak bisa digunakan untuk berobat.
Dalam aksi tersebut, para buruh menyuarakan tuntutan agar layanan BPJS Kesehatan mereka segera diaktifkan kembali.
Mereka mengaku sangat dirugikan karena tidak dapat mengakses layanan kesehatan di tengah kebutuhan yang mendesak. Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna menjaga ketertiban.
Ketua PC FSPMI Kabupaten Mojokerto, Eka Herawati, menyampaikan bahwa kedatangan para buruh bertujuan untuk meminta kejelasan sekaligus solusi atas permasalahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penonaktifan kepesertaan BPJS terjadi akibat keterlambatan pembayaran iuran oleh pihak perusahaan.
“Kami datang ke BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan kembali kepesertaan kawan-kawan buruh PT Pakerin yang saat ini terdampak. Keterlambatan pembayaran iuran oleh perusahaan membuat BPJS mereka menjadi tidak aktif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menjelaskan bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah melakukan pembayaran iuran pada bulan Maret. Namun, pembayaran yang dilakukan pada 31 Maret tersebut ditolak oleh sistem karena dilakukan di akhir hari.
Akibatnya, per 1 April 2026 sistem BPJS Kesehatan secara otomatis membentuk tagihan baru secara kumulatif. Kondisi tersebut membuat manajemen perusahaan belum mampu melunasi seluruh tagihan, sehingga berdampak pada sebagian karyawan yang tidak dapat mengakses layanan BPJS Kesehatan,”jelasnya
Pihak BPJS Kesehatan menyatakan tengah berkoordinasi dengan perusahaan guna mencari solusi agar layanan kesehatan buruh dapat kembali normal.(Harry/Tim)
