Suasana di Rest Area Gunung Gedangan
Kota Mojokerto, 17 Juli 2026 – Ada yang berbeda saat Anda melintasi kawasan Gunung Gedangan belakangan ini. Rest Area Gunung Gedangan yang dulunya hanya dikenal sebagai tempat singgah sementara bagi para pelancong yang kelelahan, kini telah bersolek total. Kawasan ini bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, penuh sesak oleh pengunjung, dan menjelma sebagai pusat perputaran ekonomi baru yang memadukan kreativitas serta geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Pemerintah Kota Mojokerto sengaja memutar otak untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah ini agar tidak menjadi bangunan mati yang sia-sia. Langkah strategis tersebut membuahkan hasil manis setelah dilakukan penataan dan pengembangan yang matang. Melalui kolaborasi apik antara pemerintah, komunitas kreatif, dan para pelaku usaha, tempat ini berhasil dihidupkan kembali dengan konsep yang jauh lebih segar dan produktif.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Amin Wachid, menegaskan bahwa optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah. Pihaknya ingin memastikan setiap jengkal aset daerah memberikan dampak kesejahteraan yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Daya tarik utama yang menjadi pusat perhatian kini berada di lantai dua bangunan tersebut. Area yang dulunya sepi itu kini telah disulap menjadi sentra UMKM dan pasar seni yang dinamis. Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi deretan kuliner khas yang menggugah selera, tetapi juga dimanjakan oleh pameran visual seperti lukisan indah hingga berbagai produk seni rupa hasil karya tangan dingin seniman lokal. Kehadiran pasar seni ini terbukti ampuh mendongkrak nilai jual produk lokal sekaligus membuka ruang usaha baru yang menjanjikan bagi warga sekitar.
Tak berhenti di situ, atmosfer di Rest Area Gunung Gedangan kian semarak dengan adanya agenda rutin pertunjukan musik langsung setiap hari Rabu. Hiburan gratis ini sukses menjadi magnet yang menarik animo massa dari berbagai sudut kota. Alunan musik yang menggema di tengah malam pertengahan pekan tidak hanya memberikan hiburan segar bagi warga yang penat, tetapi secara otomatis juga mendongkrak volume kunjungan. Lonjakan jumlah pengunjung ini membawa angin segar bagi para pedagang karena berdampak langsung pada meroketnya omzet harian mereka.
Kini, lokasi ini telah berkembang melampaui fungsi ekonominya, menjadi sebuah ruang interaksi sosial dan wadah kreativitas yang sangat nyaman bagi lintas generasi. Pemerintah Kota Mojokerto pun berjanji tidak akan berhenti di titik ini saja. Evaluasi berkala dan pengembangan fasilitas akan terus dilakukan demi kenyamanan pengunjung. Harapan besarnya, kawasan ini terus konsisten menjadi motor penggerak roda perekonomian lokal yang mandiri dan berkelanjutan di masa depan.
Pewarta: Harjo
