Ning Ita apresiasi talenta muda, Rejoto Nyambung Tresno
Kota Mojokerto, 19 Juli 2026 — Gala premiere film Rejoto Nyambung Tresno di CGV Sunrise Mall Mojokerto, Sabtu (18/7) malam, menjadi momentum penting bagi geliat perfilman lokal sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif di Kota Mojokerto. Tak sekadar karya sinema, film ini menjelma sebagai etalase promosi wisata dan agenda unggulan daerah yang dikemas dalam balutan cerita khas lokal.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan gambar film dilakukan di berbagai titik strategis Kota Mojokerto. Hal ini menjadikan film tersebut sebagai medium efektif untuk memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak luas. Ia menyebut, film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana promosi yang menyentuh sisi emosional penonton.
“Sepanjang film diputar dari awal hingga akhir, seluruh venue berada di Kota Mojokerto. Film ini sekaligus mempromosikan destinasi wisata dan event tahunan Kota Mojokerto. Artinya, Rejoto Nyambung Tresno menjadi salah satu media untuk memperkenalkan Kota Mojokerto kepada masyarakat,” ujar Ning Ita, sapaan akrabnya.
Menurutnya, lahirnya film ini tidak terjadi secara instan. Pemerintah Kota Mojokerto telah melakukan pembinaan ekonomi kreatif secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan yang melibatkan kolaborasi dengan pemerintah pusat. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pendampingan produksi kreatif.
“Pengembangan ekonomi kreatif ini berawal dari pelatihan yang kami lakukan secara masif. Sejak bersinergi dengan Badan Ekonomi Kreatif hingga kini menjadi Kementerian Ekonomi Kreatif, fasilitasi terus kami lakukan. Hasilnya bisa kita lihat hari ini melalui salah satu film yang mempromosikan Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Film ini juga menjadi panggung bagi talenta muda lokal yang sebagian besar baru pertama kali terjun ke dunia perfilman. Meski minim pengalaman, mereka dinilai mampu menghadirkan kualitas produksi yang kompetitif. Hal ini tak lepas dari proses pembinaan dan pelatihan yang intensif.
“Talenta-talenta muda yang saya lihat mungkin belum memiliki pengalaman di dunia perfilman. Namun faktanya, film pertama mereka sudah sangat bagus melalui pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Kota Mojokerto,” tambahnya.
Ning Ita juga menyampaikan harapan agar film ini tidak berhenti sebagai karya tunggal. Ia mendorong lahirnya sekuel lanjutan guna mengangkat lebih banyak potensi daerah yang belum tereksplorasi. Selain itu, ia mengusulkan penambahan subtitle dalam film, mengingat mayoritas dialog menggunakan bahasa Jawa.
“Sekitar 80 persen dialog menggunakan bahasa Jawa. Ke depan, kami berharap ada subtitle agar bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat dari berbagai daerah,” ujarnya.
Gala premiere tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, para pemain dan kru film, serta keluarga besar para pemeran. Antusiasme penonton terlihat tinggi, menandakan optimisme terhadap masa depan perfilman lokal.
Film Rejoto Nyambung Tresno dijadwalkan mulai tayang secara resmi di CGV Kota Mojokerto pada 25 Juli 2026. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya karya-karya kreatif lain sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Pewarta:Harjo
