Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. dan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin di Selasar Patuh Mapolda Jatim,
SURABAYA, sorot.pers.co.id (22/7/2026) – Langkah tak biasa nan strategis diambil Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam memperkuat benteng pertahanan sosial masyarakat. Tak sekadar fokus pada penegakan hukum dan menjaga keamanan wilayah, korps baju cokelat ini resmi merapatkan barisan bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur demi memutus mata rantai stunting serta membangun ketahanan keluarga yang kokoh sejak dari hilir.
Komitmen kolaboratif tersebut diputuskan dalam ruang audiensi hangat yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. di Selasar Patuh Mapolda Jatim, Selasa (21/7). Pertemuan strategis ini turut dihadiri Inspektur Wilayah III Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Brigjen Pol. Hery Wiyanto, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin, serta jajaran Pejabat Utama Polda Jatim. Pertemuan ini menandai era baru sinergi lintas institusi dalam mengawal kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
Brigjen Pol Pasma Royce menegaskan, intervensi isu kemanusiaan seperti stunting dan kerapuhan institusi keluarga tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial. Kepolisian siap mengarahkan infrastruktur organisasinya, mulai dari Biro SDM hingga jajaran personel terdepan, untuk menyosialisasikan program ketahanan keluarga BKKBN. Sinergi ini juga mencakup evaluasi nota kesepahaman (MoU) kedua belah pihak yang akan berakhir pada 2027 agar bentuk kerja samanya kian adaptif dengan tantangan nyata di lapangan saat ini.
Bentuk konkret kolaborasi ini terbilang sangat progresif dan menyentuh akar rumput. Sebanyak 1.300 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang tersebar di seluruh kecamatan se-Jawa Timur diinstruksikan untuk berduet langsung dengan para Bhabinkamtibmas. Garis terdepan kepolisian ini akan ikut mengawal pendampingan calon pasangan muda, edukasi program Siap Nikah, hingga sosialisasi kampanye keluarga berencana bertajuk ‘Dua Anak Lebih Sehat’.
Tak berhenti di situ, sinergi ini juga membidik penguatan gizi secara langsung pada kelompok sasaran paling krusial, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. BKKBN bersama Polda Jatim siap memadukan data sasaran dengan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri agar bantuan gizi yang diberikan tepat sasaran dan terukur.
Selain menyasar masyarakat luas, langkah pencegahan juga disuntikkan sejak dini ke internal kepolisian. Berbagai program unggulan seperti Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Lansia Berdaya (SIDAYA), hingga layanan digital Superapps SAKINA akan disosialisasikan hingga ke peserta didik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim. Melalui terobosan ini, Polda Jatim dan BKKBN optimistis mampu melahirkan generasi muda Jawa Timur yang sehat, unggul, dan bebas stunting.
Pewarta: Harjo
