Wali Kota Mojokerto Ning Ita bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H, dan Deputi bidang pembinaan penyelenggaraan manajemen ASN Dr. Herman, M.Si
MOJOKERTO, sorot.pers.co.id (22/7/2026) – Pemerintah Kota Mojokerto secara resmi mengambil langkah berani dalam mendobrak pola lama penataan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) demi menghadirkan birokrasi kelas dunia yang responsif dan akuntabel. Bertempat di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Jakarta Timur, Selasa (21/7), Pemkot Mojokerto memaparkan secara gamblang matangnya kesiapan implementasi sistem manajemen talenta berbasis digital langsung di hadapan jajaran pimpinan tertinggi BKN RI.
Langkah progresif ini disimulasikan secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita. Didampingi jajaran Tim Komite Talenta ASN serta Tim Sekretariat Komite Talenta ASN, Ning Ita memperagakan keunggulan sistem rekomendasi digital untuk pengisian jabatan yang lowong. Simulasi canggih tersebut membuktikan ketepatan algoritma sistem dalam menganalisis dan merekomendasikan figur kandidat terbaik secara otomatis. Pemetaan kandidat dikalkulasikan secara ketat berdasarkan akumulasi kompetensi, potensi, rekam jejak, hingga capaian kinerja riil tanpa sedikit pun dipengaruhi faktor subjektivitas.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H, serta Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Dr. Herman, M.Si. Kehadiran para petinggi BKN ini menegaskan pentingnya terobosan yang diusung Kota Mojokerto sebagai rujukan transformasi birokrasi daerah. Ning Ita menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan strategi mendasar untuk mencetak birokrasi yang benar-benar profesional sekaligus menjamin kesinambungan regenerasi kepemimpinan di lingkup Pemkot Mojokerto.
Menurut Ning Ita, masyarakat hanya bisa mendapatkan pelayanan publik yang prima jika didukung oleh jajaran aparatur yang kompeten dan ditempatkan sesuai dengan keahliannya. Oleh karena itu, Pemkot Mojokerto membangun skema sistematis yang mampu mendeteksi serta memupuk potensi unggul sejak awal. Pengembangan karier pegawai kini tidak lagi berorientasi pasif sekadar mengisi kekosongan kursi, melainkan dijalankan secara terencana, terukur, dan berbasis kualifikasi objektif.
Penerapan skema modern ini sekaligus memangkas praktik penunjukan jabatan berbasis senioritas atau faktor kedekatan formal semata. Semua pegawai diberikan ruang dan kesempatan yang setara untuk melesat maju membuktikan performa terbaiknya. Langkah ini disiapkan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, mengingat Pemkot Mojokerto saat ini mencatat terdapat 21 posisi strategis yang masih kosong, meliputi tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, tujuh jabatan administrator, dan sebelas jabatan pengawas.
Melalui simulasi digital yang disaksikan tim BKN, proses pengisian puluhan jabatan kosong tersebut dipastikan akan berjalan jauh lebih cepat, transparan, dan akurat. Mengingat dari total 3.663 ASN Kota Mojokerto didominasi oleh kelompok usia produktif, keberadaan sistem manajemen talenta ini menjadi modal emas untuk melahirkan pimpinan masa depan yang berintegritas tinggi. Pemkot Mojokerto optimistis fondasi birokrasi digital ini akan berjalan optimal sesuai arahan BKN, demi menghadirkan pelayanan publik yang semakin berdampak langsung bagi masyarakat.
Pewarta: Harjo
