Ning Ita meninjau jalannya CKG di SMP/SMA Darul Quran, Wates, Kecamatan Magersari
MOJOKERTO, Rekam Publik (24/7/2026) – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjamin kualitas hidup dan kesehatan seluruh warganya. Lewat eksekusi cepat di lapangan, capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Onde-Onde ini berhasil menembus angka fantastis 71,5 persen atau setara 102.121 jiwa per 19 Juli 2026. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, kini memasang target tinggi agar seluruh warga tanpa terkecuali tersisir 100 persen pada Oktober mendatang.
Sinyal optimisme itu dipancarkan langsung oleh Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat meninjau jalannya CKG di SMP/SMA Darul Quran, Wates, Kecamatan Magersari, dilanjutkan dengan agenda monitoring dan evaluasi ketat di Puskesmas Gedongan pada Kamis (23/7). Ning Ita mengapresiasi kerja keras para tenaga kesehatan (nakes) serta sinergi lintas sektor yang tak kenal lelah bergerak masif. Menurutnya, keberhasilan melampaui ritme target waktu ini terjadi karena para nakes berani keluar dari zona nyaman dengan menerapkan strategi ‘jemput bola’ hingga ke sekolah-sekolah, tidak sekadar pasif menunggu pasien datang di puskesmas.
Langkah berani Pemkot Mojokerto yang terus mematok target sapu bersih 100 persen ini berbanding jauh di atas target nasional yang hanya menetapkan angka 46 persen. Ning Ita menegaskan bahwa target maksimal tersebut sangat realistis untuk diulang kembali, mengingat pada tahun sebelumnya Kota Mojokerto sukses mencatatkan rekor cakupan penuh. Pihaknya berprinsip bahwa setiap jengkal masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan jaminan perlindungan serta skrining kesehatan secara menyeluruh tanpa diskriminasi.
Guna mengunci target tuntas di bulan Oktober 2026, Pemkot Mojokerto telah menyiapkan skenario matang. Selepas seluruh sasaran utama tersentuh pada Oktober, tim gabungan nakes akan langsung menggalakkan aksi penyisiran (sweeping) bergerak dari rumah ke rumah sepanjang November hingga Desember untuk mendeteksi warga yang belum berkesempatan mengikuti pemeriksaan.
Perlu diketahui, Program CKG ini menyajikan pemeriksaan medis komprehensif tanpa dipungut biaya sepeser pun. Layanan mencakup cek fisik umum, uji laboratorium, pemeriksaan kesehatan mata, rekam jantung (EKG), hingga skrining spesifik perempuan seperti tes IVA dan kadar hemoglobin (HB) guna mendeteksi secara dini potensi penyakit menular maupun tidak menular. Jika ditemukan gejala atau indikasi kelainan medis, pasien akan langsung mengantongi rujukan penanganan intensif. Terlebih, dengan ditopangnya Kota Mojokerto oleh status Universal Health Coverage (UHC), seluruh warga dipastikan dapat mengakses layanan fasilitas kesehatan kapan saja secara gratis dan beralur mudah.
Pewarta: Harjo
