
Malang — Semangat untuk meneruskan perjuangan almarhum Cak Sholeh dalam memberikan pendampingan dan akses bantuan hukum bagi masyarakat kecil dan kelompok terpinggirkan kembali ditegaskan dalam Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia No Viral No Justice (YLBHI NVNJ).
Sedikitnya 200 pengacara, aktivis, dan pegiat sosial dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur berkumpul di Hotel Kusuma Agro, Kota Batu, Kamis (20/8/2026). Forum yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan komitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan yang selama ini dibangun Cak Sholeh.
Salah satu Presidium Ketua YLBHI NVNJ, Muhammad Saiful, SH, mengatakan bahwa kepergian Cak Sholeh tidak berarti berakhirnya perjuangan untuk membela masyarakat yang membutuhkan keadilan.
“Yang meninggal dan telah dimakamkan itu hanyalah jasadnya. Namun jiwa dan semangat Cak Sholeh tidak pernah mati.”
Menurut Saiful, semangat kepedulian terhadap masyarakat akan diteruskan melalui kerja bersama para pengurus, advokat, aktivis, dan pegiat sosial yang tergabung dalam YLBHI NVNJ. Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta Rakernas.

Sementara itu, Presidium Ketua lainnya, Ahmad Setiawan, menegaskan bahwa organisasi akan memperkuat struktur serta administrasi kepengurusan daerah. Salah satunya melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan daerah dan kartu anggota.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian administrasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan advokasi dari personel yang secara resmi terdaftar sebagai bagian dari YLBHI NVNJ.
“Publik juga bisa memastikan mendapatkan layanan dari personel yang secara resmi telah terdaftar sebagai anggota YLBHI NVNJ dan bukan yang abal-abal,” ujar Setiawan.
Perluas Layanan hingga Pelosok Indonesia
Dalam Rakernas tersebut, YLBHI NVNJ juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pendekatan layanan sosial dan advokasi masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan Cak Sholeh.
Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang bagi aktivis dari berbagai daerah di Indonesia untuk bergabung dan ikut memperluas jaringan pendampingan hukum.
“Kami akan terus kembangkan sayap ke semua daerah agar semakin banyak masyarakat yang terlayani,” tegasnya.
Selain memperkuat jaringan organisasi, YLBHI NVNJ berencana memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana menyuarakan berbagai persoalan hukum yang dialami masyarakat, khususnya perkara yang dinilai menyangkut kepentingan rakyat kecil.
Konten dari kepengurusan daerah nantinya akan dikembangkan dan disebarluaskan melalui jaringan media sosial organisasi. Untuk mendukung strategi tersebut, DPP YLBHI NVNJ disebut telah menyiapkan tenaga profesional yang menangani pengelolaan konten dan publikasi.
Dari Konsolidasi Menuju Aksi Nyata
Rakernas ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memastikan perjuangan advokasi tidak berhenti setelah wafatnya Cak Sholeh. Semangat tersebut diarahkan menjadi kerja kolektif dengan memperkuat jaringan, legalitas kepengurusan, layanan advokasi, serta publikasi terhadap persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.
Dengan langkah tersebut, YLBHI NVNJ berharap berbagai persoalan hukum di tengah masyarakat dapat lebih cepat mendapat perhatian publik dan ditindaklanjuti melalui mekanisme pendampingan yang tersedia.
Sebagai penutup, Setiawan mengajak masyarakat yang membutuhkan pendampingan untuk tidak ragu menghubungi jaringan YLBHI NVNJ di daerah masing-masing maupun pengurus DPP di Sholeh and Partner Law Firm, Jalan Ngagel, Surabaya. (Arif).
