
TERRASSE-VAUDREUIL, rekampublik.my.id – Dalam sebuah gebrakan luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Utara, sebuah kota kecil di Kanada, Terrasse-Vaudreuil di Quebec, secara resmi telah mengakui pohon sebagai makhluk hidup yang setara dengan manusia dalam hal hak-hak hukum untuk perlindungan mereka. Langkah bersejarah ini diambil oleh dewan kota Terrasse-Vaudreuil pada 9 Juni 2026, menjadikannya kotamadya pertama di Quebec dan seluruh Kanada yang memberikan status hukum semacam itu kepada pohon.
Keputusan perintis dewan kota ini dituangkan dalam sebuah resolusi yang secara tegas menyatakan bahwa pohon berhak atas kehidupan, pertumbuhan alami, integritas, dan regenerasi. Pengakuan ini melangkah jauh melampaui sekadar pelestarian, menempatkan pohon dalam posisi hukum yang memungkinkannya “menuntut” jika hak-hak dasarnya dilanggar.
Langkah berani dari kota berpenduduk sekitar 2.000 jiwa ini tidak hanya berhenti pada resolusi lokal. Terrasse-Vaudreuil juga bangga menjadi kotamadya pertama yang menandatangani Deklarasi Universal Hak-Hak Pohon. Inisiatif lingkungan internasional yang semakin berpengaruh ini menegaskan tiga pilar utama: pohon adalah makhluk hidup yang harus dihormati dan merupakan milik bersama umat manusia; seluruh kehidupan di Bumi bergantung pada keberadaan pohon; dan bahwa manusia memiliki kewajiban moral untuk bertindak dalam semangat “persaudaraan dan solidaritas” dengan pohon, bukan hanya menguasainya.
Tindakan progresif di Terrasse-Vaudreuil ini adalah bagian dari gerakan global yang lebih luas yang dikenal sebagai gerakan “Hak-Hak Alam”. Gerakan ini bertujuan untuk mengubah paradigma hukum dari melihat alam sebagai komoditas menjadi melihatnya sebagai entitas dengan hak-hak hukum bawaan. Gerakan ini telah membuahkan hasil di berbagai belahan dunia, dari Selandia Baru yang memberikan kepribadian hukum kepada Sungai Whanganui, hingga Kolombia yang mengakui wilayah Amazon sebagai entitas subjek hak. Di Kanada sendiri, gerakan ini semakin mendapatkan momentum, dengan Sungai Magpie di Quebec yang telah diakui memiliki hak hukum pada tahun 2021.
Gerakan ini juga mendapatkan dukungan hukum yang kuat. Seorang pengacara lingkungan dari Ecojustice, sebuah organisasi hukum lingkungan terkemuka di Kanada, memberikan argumen yang meyakinkan. Dia mengingatkan bahwa dalam sistem hukum saat ini, korporasi yang bahkan tidak hidup pun telah diberikan status kepribadian hukum dan memiliki hak hukum tertentu. Jika demikian, tidak ada alasan fundamental mengapa makhluk hidup nyata seperti pohon tidak dapat atau tidak seharusnya mendapatkan tingkat perlindungan yang sama. Hal ini menantang pemahaman konvensional kita tentang subjek hukum.
Keputusan di Terrasse-Vaudreuil tidak hanya tentang perlindungan lingkungan, tetapi juga tentang pergeseran budaya yang mendalam. Ini adalah pengakuan bahwa manusia bukan satu-satunya makhluk di planet ini dengan hak asasi. Ini adalah undangan untuk hidup dalam harmoni dengan alam, untuk melihat pohon bukan hanya sebagai sumber kayu atau peneduh, tetapi sebagai rekan hidup yang berhak atas kehidupan dan perlindungan.
Pewarta: Harjo
