
Tempat pembuangan sampah (TPS) di Kota Mojokerto kini menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menilai keberadaan TPS di beberapa titik dinilai kurang tepat karena berada dekat dengan fasilitas umum dan belum dikelola secara maksimal.
Beberapa lokasi yang mendapat perhatian yakni TPS Prajurit Kulon, TPS Mentikan, dan TPS Wates. TPS Prajurit Kulon disorot karena lokasinya berdekatan dengan sekolah sehingga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kesehatan para siswa. Bau tidak sedap serta tumpukan sampah yang terlihat dari area sekitar disebut menjadi keluhan utama warga.

Sementara itu, TPS Mentikan juga menuai perhatian karena berada tidak jauh dari puskesmas dan kantor kelurahan. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena dapat mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan maupun pelayanan masyarakat di kantor kelurahan. Warga berharap pemerintah segera mencari solusi agar TPS tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
Di sisi lain, TPS Wates juga menjadi sorotan karena mesin pengolah sampah yang tersedia disebut tidak digunakan. Padahal, keberadaan mesin tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi volume sampah dan mempercepat proses pengolahan.

Saat dikonfirmasi pada selasa, 13April 2026, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto melalui salah satu pegawai terkait menyampaikan belum dapat memberikan penjelasan secara langsung. “Saya tidak bisa memberikan keterangan, langsung ke pak kadis saja,” ujarnya singkat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi agar pengelolaan sampah di Kota Mojokerto dapat berjalan lebih baik dan tidak merugikan warga sekitar.(Harjo/Harry)
