
Sidoarjo – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap para ulama kembali ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Kemambang, Desa Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Pada Kamis, 23 Juli 2026, rombongan warga melaksanakan kegiatan ziarah religi ke Makam Gunung Pring, Kabupaten Magelang, sekaligus sowan dan bersilaturahmi ke kediaman K.H. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) di Pondok Pesantren Minggir, Sendangrejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Sejak pagi hari, rombongan berangkat dengan penuh semangat, membawa harapan agar perjalanan ibadah tersebut menjadi wasilah memperoleh keberkahan, keselamatan, dan ilmu yang bermanfaat.
Di Makam Gunung Pring, rombongan melaksanakan doa bersama dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Suasana khusyuk begitu terasa ketika para peserta memanjatkan doa bagi para pendahulu, keluarga, serta memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Usai berziarah, perjalanan dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Minggir untuk bersilaturahmi dengan Gus Muwafiq (K.H. Ahmad Muwafiq), ulama nasional yang dikenal luas melalui dakwahnya yang menyejukkan, penuh wawasan sejarah, serta mengajarkan pentingnya menjaga persatuan bangsa dalam bingkai nilai-nilai Islam.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan memperoleh nasihat yang mengajak umat Islam untuk terus menjaga akhlak, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan rasa cinta kepada tanah air. Pesan-pesan kebangsaan dan keagamaan yang disampaikan menjadi bekal berharga bagi para jamaah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua rombongan menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan sowan ini bukan sekadar perjalanan religi, melainkan juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga Dusun Kemambang. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa persaudaraan semakin kokoh di tengah masyarakat.
Para peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Selain menambah wawasan keagamaan, perjalanan ini juga menjadi pengalaman spiritual yang memperkuat keimanan dan mempererat hubungan antarsesama warga.
Kegiatan ziarah religi ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin masyarakat Dusun Kemambang sebagai bentuk pelestarian tradisi silaturahmi kepada para ulama sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ziarah bukan hanya perjalanan menuju tempat yang mulia, tetapi juga perjalanan hati untuk memperkuat iman, mempererat ukhuwah, dan meneladani perjuangan para ulama dalam membimbing umat menuju kebaikan.” (Red).
